Waspada! Ini 5 Dampak Tidak Sehat Bagi Tubuh Jika Sering Mengkonsumsi Mie Instan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Tagarterkini.com, Tagar Sehat – Siapa sih yang tidak suka dengan mie instan, makanan sejuta umat ini merupakan salah satu makanan favorit masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, tahukah anda bahwa mie instan tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari lho.

Hal itu dikarenakan mie instan mengandung tinggi kandungan sodium, lemak jenuh, hingga bahan pengawet. Makan mie instan tiap hari akan memberikan efek buruk untuk kesehatan tubuh, mulai dari tekanan darah tinggi hingga gangguan pencernaan.

Berikut 5 efek makan mie instan tiap hari untuk kesehatan tubuh:

1. Picu kenaikan berat badan
Makanan enak dan memuaskan identik tinggi lemak, begitu juga dengan mie instan. Menurut Keck School of Medicine, makan satu bungkus mie instan termasuk kaldunya bisa mengasup 14 gram lemak jenuh, yang setara dengan hampir 40% kebutuhan konsumsi lemak harian.

Lemak inilah yang berfungsi memberikan rasa nikmat. Lemak terkandung pada kaldu hingga mie itu sendiri. Hal ini lantaran mie melalui banyak proses sebelum jadi makanan kemasan siap masak.

Proses utamanya adalah dikukus dan digoreng demi menghilangkan kandungan air dan membuat mie instan lebih awet. Nah, asupan lemak berlebih setiap hari memicu kenaikan berat badan dengan cepat.

2. Kenaikan tekanan darah
Efek makan mie instan tiap hari juga terkait tekanan darah. Hal ini disebabkan tingginya kandungan sodium pada bumbu mie instan. Jumlahnya bahkan bisa mencapai 1820 mg, menurut Keck School of Medicine.

Jumlah tersebut hampir memenuhi 2/3 rekomendasi asupan sodium harian menurut FDA. Terlalu banyak asupan sodium berkaitan erat dengan kenaikan tekanan darah.

Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan kondisi kesehatan serius lainnya. Misalnya gagal jantung dan stroke. Untuk meminimalisir asupan sodium, kamu bisa coba menggunakan hanya setengah bungkus bumbu mie instan saja. Kombinasikan dengan bumbu atau saus rumahan yang lebih lezat.

3. Membuat liver kerja keras
Mie instan dibuat untuk awet dan tahan lama dengan ditambahkan bahan pengawet, perasa buatan, pemanis buatan, dan bahan aditif lainnya. Semua bahan ini bantu menciptakan tekstur, stabilitas, dan rasa mie instan yang kita kenal sekarang.

Sayangnya penambahan banyak bahan aditif membuat mie instan sulit dicerna tubuh. Kondisi ini memberatkan kerja liver. Jika liver dipaksa bekerja keras mencerna mie instan, liver bakal menyimpan lemak di selnya sendiri, dan penumpukan lemak ini bakal merusak liver jika tidak dikontrol.

Disarankan untuk kamu tidak mengonsumsi mie instan setiap hari. Sebab yang bakal terjadi adalah kerja liver bakal makin keras.

4. Membuat gangguan pencernaan
Efek makan mie instan tiap hari membuat sistem pencernaan terganggu. Dr. Braden Kuo, ahli gastroenterologi di Massachusetts General Hospital, pernah melakukan percobaan melihat seperti apa sistem pencernaan seseorang bekerja usai mengonsumsi mie homemade dan mie instan.

Rekaman kamera yang dimasukkan ke sistem pencernaan menunjukkan, mie homemade yang segar dan dibuat tanpa bahan tambahan, bisa tercerna dengan sempurna selama 1-2 jam. Beda halnya dengan mie instan yang butuh waktu jauh lebih lama.

Saat mencerna mie instan juga terlihat kalau perut seseorang begitu aktif maju mundur. Sistem pencernaan berusaha keras untuk memecah mie instan. Meski begitu, Kuo mengatakan butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek jangka panjang makan mie instan untuk sistem pencernaan.

5. Risiko kena sindrom metabolik meningkat
Penelitian Harvard School of Public Health menunjukkan wanita yang makan mie instan tiap hari memiliki risiko lebih besar alami sindrom metabolik. Kondisi yang mungkin terjadi adalah obesitas, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi ini secara bersamaan bisa meningkatkan risiko serangan jantung, diabetes, dan kondisi kesehatan lainnya. Sebuah penelitian di Korea Selatan juga menemukan makan mie instan 2-3 kali tiap minggu, berkaitan dengan 68% risiko lebih tinggi alami sindrom metabolik pada wanita.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: