Ganggu Produksi, Limbah Debu Diduga dari PT. Kobin Keramik Industri Dikeluhakan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

foto: Pegawai PT. SBP menunjukan debu yang menempel di bahan baku.

Tagarterkini com, Mojokerto – Aktivitas PT. SBP (Second Best Packing) yang berada di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) terganggu dengan limbah debu yang diduga dihasilkan oleh PT. Kobin Keramik Industri yang berada tepat di sebelah pabrik PT. SBP.

Limbah debu itu berupa partikel-partikel kecil berwarna coklat yang terhembus angin lantas masuk ke dalam gudang produksi pabrik PT. SBP. Kejadian sudah berlangsung sejak Januari 2021 hingga kini. Akibatnya, pabrik mengalami penurunan kwalitas produksi hingga 40 persen.

Ironisnya, limba debu itu juga berdampak pada kesehatan sekitar 100 pekerja yang berada di 3 gudang produksi. Mereka harus menghirup partikel debu itu. Selain pada kesehatan, partikel debu itu membuat mata perih.

Kuasa hukum PT. SBP, Iis Rahmawati mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan komplain kepada PT. Kobin dan pengelola kawasan NIP. Namun, pihak perusahaan PT. Kobin yang memproduksi keramik itu hanya menjanjikan.

“Komplain sudah kita ajukan. Bahkan sudah dimediasi oleh pengelola NIP tapi tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan, sejak Selasa (11/1) kemarin malam debu masuk ke gudang lebih parah dari biasanya,” jelasnya, Rabu (12/1/2022).

Lebih lanjut Iis menjelaskan atas ganguan debu itu, pihaknya juga sudah melayangkan gugatan kepada PT. Kobin Keramik Industri ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto terkait adanya limbah udara yang dihasilkan.

“Atas gugatan itu PN Mojokerto memenangkan PT. SBP, tapi dalam faktanya limbah PT. Kobin tetap mengangu aktivitas produksi,” tuturnya.

Ditambahkan Nanang Abdi yang kuasa hukum perusahaan mengatakan pihaknya terus mengalami penurunan kualitas produksi hingga 40 persen sejak limbah udara berupa debu itu masuk dan menggangu.

“Kerugian materiil akibat debu tersebut pihak perusahaan harus membayar tenaga kebersihan ekstra, debu mengakibatkan kerusakan pada mesin, kerusakan pada bahan baku, bahan setengah jadi dan bahan jadi,” urainya.

Dari pantuan di lokasi pabrik PT. SBP, debu memang terlihat jelas menempel pada bahan. Bahkan, debu lebih parah terjadi di gudang C. Debu-debu itu menempel pada kertas yang hendak di jadikan bahan jadi. Selain itu, debu juga menggangu pernafasan pegawai dan pedih di mata.

Sementara itu, Sulis perwakilan dari pihak PT. Kobin Keramik Industri ketika dihubungi mengatakan permasalah debu itu telah dilaporkan ke pihak manajemen.

“Masalah itu tadi pagi sudah saya laporkan manajemen. Mohon maaf tidak bisa folow up,” katanya singkat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: