Elpiji Bocor 6 Penghuni Rumah di Pasuruan Tersambar Api

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Foto: Elpiji bocor yang sambar pemilik rumah

Tagarterkini.com, Pasuruan – Diduga karena pemasangan regulator yang kurang sempurna, sebuah tabung elpiji bocor dan membuat 6 penghuni rumah terbakar. Bahkan 3 diantaranya mengalami luka parah.

Peristiwa itu terjadi di rumah Kosim (39) d Jalan Mangga Gg Mbah Guru Lingkungan Sidodadi, Kelurahan Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Saat itu Kosim membantu istrit memasangkan regulator elpiji dari kompor satu ke kompor lain. Saat itu sang istri hendak memasak.

“Diduga pemasangan regulator kurang sempurna, elpiji bocor dan api menyembur. Kosim spontan mencopot regulator lalu melempar tabung ke dalam bak mandi,” kata Kapolsek Bangil Kompol Indro Susetiyo, Minggu (5/12/2021).

Melihat elpiji bocor, Kosim langsung melemparnya ke bak mandi, namun api justru semakin membesar. Akibatnya Kosim, ayah, istri dan anaknya tersambar api.

Korban berteriak minta tolong. Warga kemudian mendobrak pintu rumah korban dan berusaha memadamkan api. Kobaran api padam setelah isi tabung habis. Bahkan perabotan rumah juga ikut terbakar.

“Warga kemudian mengevakuasi para korban ke RSUD Bangil,” terang Indro.

Akibat kebakaran yang terjadi pukul 10.00 WIB, ini enam penghuni rumah mengalami luka bakar. Beberapa bagian rumah dan perabotan juga terbakar.

“Kemungkinan korban kurang mengetahui cara pemasangan elpiji dan panik ketika terjadi kebocoran gas elpiji,” pungkas Indro.

Kosim mengalami luka bakar kedua kaki dan tangan serta wajah. Istrinya, Dwi Wulandari (32) mengalami luka bakar ringan pada tangan kanan. Sementara ayahnya Supardi (58) mengalami luka pada ke dua tungkai kaki.

Tiga anak Kosim juga mengalami luka bakar serius. Akbar Rifai (10) mengalami luka bakar pada wajah, kepala, badan bagian depan ─Ćan belakang, kedua tangan, kedua paha dan kaki kiri. Afiqoh Azzahra (7) mengalami luka bakar ringan pada kaki kanan. Dan Nazaha Nur Aminah (4) mengalami luka bakar pada wajah, kepala, badan bagian depan, kedua tangan, punggung dan kedua paha.

“Ada tiga yang lukanya paling parah di atas 50 persen. Kemungkinan akan dirujuk ke Malang atau Surabaya,” kata Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Pasuruan, Syaroni, saat melakukan asesmen para korban di rumah sakit.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: