Akhir Cerita Randy Pacar Novia yang Bunuh Diri di Makam Kini Telah Diamankan Polda Jatim

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

 

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Setelah menjadi sorotan publik bahkan menjadi trending Twitter, kasus kematian Novia Widyasari memasuki babak akhir. Sempat, beredar nama Randy seorang anggota polisi yang menjadi pacar korban.

Akhirnya, Polda Jawa Timur menangkap Randy Bagus (21) pacar dari mahasiswa cantik Novia Widyasari Rahayu (23) asal Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang nekat bunuh diri dengan menenggak racun sianida di makam ayahnya.

Foto: Randy saat berdinas (Istimewa)

Randy diketahui merupakan anggota Polres Pasuruan ini ditangkap lantaran melakukan tindakan kejahatan menggugurkan kandungan (aborsi) pacarnya yakni Novia Widyasari yang diketahui melakulan aksi bunuh diri, Kamis (2/12/2021).

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo S.H., M.H membenarkan jika Randy merupakan pacar dari Novia Widyasari. Mereka berkenalan saat menghadiri acara launching distro pada tahun 2019.

“Korban dan RB ini berkenalan pada awal Oktober 2019 di acara Kickpost, baru pada bulan November mereka resmi pacaran,” ucap Slamet pada awak media, Sabtu (4/12/2021) malam.

Setelah resmi berpacaran, pelaku sering melakukan hubungan suami istri hingga akhirnya korban hamil dan melalukan aborsi sebanyak dua kali. “Terakhir dia melakukannya di Hotel Argo Batu,” paparnya.

Masih kata Slamet, Randy melakukan abosri kandungan pacarnya menggunakan obat Postinor dan Cykotec yang ia beli di apotek sekitar Malang. “Aborsi yang pertama dilakuan di kost korban waktu itu kandungan korban masih dalam hitungan Minggu, yang kedua diminum disekitar Malang tapi pemdarahannya di Warung Sate di Mojokerto dengan usia kandungan 4 bulan,” terangnya.

Akibat perbuatannya ini Rendy disangkakan pasal 348 KUHP juncto 55 KUHP tentang tindakan menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan ancaman 5 tahun penjara. Selain itu, pelaku juga dikenakan kode etik kepolisin.

Informasi yang berhasil didapat, sosok pria yang diduga pacar pelaku bernama Rendy Bagus berasal dari kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Randy seorang oknum polisi angkatan 47, dia diduga menjadi ajudan Kapolres Pasuruan.

“Setau saya, Randy jadi ajudan kapolres pasuruan, Letting 47,” ucapnya teman korban yang tak mau disebutkan namanya.

Adapun akun instagram bernama randybagushs yang diduga milik pacar novi tidak aktif lagi. Bahkan semua postingan foto tersebut lenyap. Sedangkan akun facebook Randy Bagus yang juga diduga milik korban masih terdapat beberapa foto aktivitasnya saat bertugas di kepolisian.

Kasus aborsi yang dilakukan oknum polisi ini baru terbongkar saat korban yakni Novi melakukan aksi bunuh diri di makam ayahnya, Kamis (2/12/2021).

Dari keterangan salah satu teman Novia yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, aksi bunuh diri yang dilakukan korban bukanlah karena depresi akibat ditinggal ayahnya meninggal, melainkan mendapatkan tekanan hidup yang pelik.

Novia diketahui menjalin hubungan asmara dengan RB yang merupakan seorang polisi dari polres pasuruan. Singkat cerita, Novia hamil 4 bulan dengan RB. Ia meminta pertanggung jawaban RB atas kehamilannya, namun RB tidak mau bertanggung jawab.

Novia akhirnya meminta pertanggung jawaban kepada orang tua RB. Orang tua RB menyanggupi, korban diajak makan oleh RB beserta keluarganya. Selepas itu, keluarga RB menuju rumah Novia untuk membicarakan kepada orang tua Novia.

Namun sesampai dirumah korban, orang tua RB mengatakan bahwa dirinya tidak menyetujui jika RB dan korban segera menikah. “Alasannya RB masih punya kakak yang belum menikah, dan juga RB saat ini baru menjadi Polisi,” ucap teman korban.

Setelah dua hari berselang, RB mengirimkan pesan ke korban untuk mengajaknya jalan. Ke esokan harinya korban dijemput RB.

“Saat jalan itu, RB memaksa Novia meminum 4 butir obat. Sore harinya Novia merasa lapar karena sejak dari tadi dirinya tidak makan dan minum. Diwaktu itu Novia merasakan sakit hebat diperutnya,” jelasnya.

Dua hari setelah peristiwa ini, korban sempat drop dan sempat opname di salah satu rumah sakit. Novia juga sempat kritis. “Beberapa hari masuk RS, RD juga yang nemenin Novia di RS,” ucapnya.

Sepulang dari RS, korban sempat memberanikan diri untuk bercerita ke keluarganya, namun respon dari keluarga sangat tidak memuaskan bagi Novia. Bahkan pamannya memarahi bahkan mengancam akan membunuh Novia.

Novia pun semakin depresi hingga akhirnya dia membeli sianida di salah satu toko online dengan harga Rp 160 ribu dan meminumnya di samping makam ayahnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: