Polisi Amankan 10 Pelaku Penganiayaan yang Viral di Malang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Tagarterkini.com, Kota Malang – Satreskrim Polresta Malang berhasil meringkus 10 pelaku bullying remaja putri di Kota Malang yang videonya viral di media sosial dan membuat heboh masyarakat. Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan korban tidak hanya dianiaya namun juga mendapatkan tindak asusila.

Kini kesepuluh pelaku itu menjalani pemeriksaan secara intensif yang dilakukan oleh penyidik. “Sudah diamankan, petugas Reskrim sedang memeriksa mereka,” ujar AKBP Budi Hermanto, Selasa (23/11/2021).

Sebelumnya, beredar video seorang remaja putri dikeroyok oleh sekelompok remaja putri lainnya. Dalam video berdurasi 2.29 menit itu nampak para pelaku memukuli, menginjak, menendang, dan menjambak korban hingga jatuh tersungkur di rerumputan. Korban terlihat berupaya mengelak dari pukulan yang mengarah ke wajahnya. Namun dia tak kuasa karena dikeroyok.

Pelaku bahkan memukulkan alas kaki ke kepala korban hingga pelajar putri itu tersungkur beberapa kali. Kaki korban kemudian mendapat sundutan rokok dari para penganiaya. Mereka terlihat senang dan melompat-lompat kegirangan ketika melakukan penganiayaan tersebut. Dalam video juga terdengar ada perbincangan. Korban dituduh menggoda pacar dari para penganiaya.

“Mari diapakno koen karo Yoga (Habis diapakan kamu sama Yoga),” kata salah satu pelaku pemukulan itu.

Tidak berhenti sampai di situ, korban juga dipaksa membuka roknya agar dapat difoto oleh para pelaku. Korban berusaha mempertahankan rok-nya dan terus meminta ampun tapi tetap tidak dihiraukan oleh para pelaku dan terus melakukan penganiayaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui masih berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Korban merupakan anak asuh Pondok Pesantren (ponpes) Assidiqqi Asy-Syuhada di Kota Malang.

Budi mengatakan, saat ini beredar foto korban dan para pelaku di media sosial. Ia berharap agar masyarakat turut serta dalam melindungi dan merahasiakan identitas korban. “Bagaimana pun korban harus dilindungi, terlebih ia masih dibawah umur. Karena ada trauma dan efek psikologis yang kini menghantuinya,” paparnya.

“Sekali lagi tolong lindungi korban,” pesannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: