Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Walikota Mojokerto Ingatkan Sinergi antar Stake Holder

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Rofiq Ripto Himawan dan Kasdim 0815, Mayor Inf. Akhmad Jaelani yang mewakili Dandim 0815 ,memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana tahun 2021 di Kota Mojokerto, Senin (25/10/2021).

Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Mojokerto Jl. Gajah Mada, No. 145 ini diikuti oleh beberapa stake holder, diantaranya Kodim 0815, Denpom, Subgarnisun, Polresta, Satpol PP, Gabungan Dinsos dan Dishub Kota Mojokerto, Linmas, PMK, Satlak PB, Tagana, dan Relawan tanggap bencana.

Foto: Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat mengecek kesiapan peserta apel.

Dalam kesempatan ini Ning Ita sapaan akrab Wali Kota menekankan pentingnya sinergitas antar stake holder sebagai upaya pencegahan, mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

“Ini kan sudah memasuki musim hujan, maka kami lakukan persiapan dengan sinergitas seluruh stakeholder terkait untuk menyiapkan apa saja yang perlu disiapkan untuk menghadapi bencana yang kemungkinan bisa terjadi di Kota Mojokerto” ucap Ning Ita.

Lebih lanjut menurut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, Pemkot Mojokerto juga telah menyiapkan rencana kontijensi yang disesuaikan dengan tata kelola kedaruratan protokol kesehatan, termasuk penyediaan sarana prasarana kesiapsiagaan jika bencana terjadi.

“Dan yang tidak kalah penting, terkait pelaksanaan pendekatan preemtif kepada masyarakat terkait peran serta mereka dalam menghdapi bencana alam juga harus dilakukan” tegasnya.

Secara terpisah, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto turut menjelaskan, bahwa ia bersama tim gabungan dari TNI-Polri juga telah melakukan pengecekan berkala terkait peralatan SAR yang dimiliki Pemkot Mojokerto.

“Kami sudah lakukan pengecekan apa – apa saja yang dibutuhkan dan diidentifikasi berdasarkan analisa wilayah, kalau disini pohonnya banyak berarti senso dibutuhkan, kalau kabelnya banyak koordinasi dengan PLN segera disiapkan jangan sampai nanti mbenerin trus kesetrum, semua sudah kami siapkan” ujar Kapolresta.

Sebagai informasi, berdasarkan mapping kerawanan bencana yang kemungkinan terjadi di Kota Mojokerto diantaranya meliputi banjir, laka lantas, angin kencang, kesetrum, kebakaran, serta penanganan mal prosedur.

Diketahui, Apel Siaga ini dilakukan secara serentak di Kabupaten/ Kota seluruh Jawa Timur sebagai upaya konkrit upaya kesiapan terhadap potensi bencana yang akan terjadi, mengingat musim penghujan sudah mulai tiba.

Usai apel siaga, turut dilakukan pula simulasi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) dari Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: